Untuk Dia.
Dia yang tidak pernah ada ketika kamu membutuhkan seseorang
Seseorang yang hanya bisa kau pandangi sesaat kemudian menghilang.
Atau dia yang hanya singgah seperti benalu yang Rindu?
Berjalan seperti deru hujan yang membasahi bumi.
Meringis seperti ferimis yang telah mendahului hujan
Lalu mengapa kau ciptakan pelangai setelah keduanya berlalu?
Atau semua ini untuk Dia?
Dia yang kau Sebut dengan sebutan manja
Dia kau cumbu dengan rayuan gombalmu
Atau dia yang kau jamah dengan hiasan bunga cinta?
Menukik indah dengan melepar jemari luka
setelah kau puas dengan serba serbi nuasan cinta yang kau dustai
Sungguh Untuk Dia.
Kau bebas dengan jemari Rasa, kau bebas dengan jemari luka
Bahkan kau bebas mengulur senja menjadi ceria yang penuh dengan duka nestapa.
Semua itu Sungguh untuk dia?
Untuk dia
Bukan dia
Atau Siapa dia